Profil Diri
Nama : Henny Nurandani
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat,Tanggal lahir : Jakarta, 12 Agustus 1996
Agama : Islam
Alamat : Jl. Bekasi Timur II No. 6 Rt.017/004, Rawabunga, Jatinegara
Jakarta Timur
No. Hp : 089601800742 / 085813313923
Email : hennyandani@gmail.com
Pendidikan diartikan sebagai usaha sadar yang dilakukan oleh pendidik melalui bimbingan, pengajaran dan latihan untuk membantu peserta didik mengalami proses diri ke arah tercapainya pribadi yang dewasa. Dengan demikian, diharapkan pendidik dapat melakukan bimbingan serta pengajaran pada peserta didik hingga pada akhirnya peserta didik menjadi pribadi yang dewasa. Guru selain bertugas untuk mengajar yang secara umum didefinisikan menyampaikan materi pelajaran kepada siswa, guru juga dituntut untuk mampu mendidik siswa menjadi pribadi yang memiliki akhlak mulia. Berbakti kepada orang tua, guru, maupun mengabdikan diri untuk masyarakat. Pendidikan berasal dari kata dasar didik yang artinya memelihara dan member latihan, ajaran, bimbingan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. (KBBI:2009)
Pendidikan merupakan hal penting. dan akan terus berkembang seiring berjalannya zaman dan di Indonesia agak sulit mengimbangi perkembangan itu, karena di indonesia mutu pendidikannya pun masih tergolong rendah. Bagaimana bisa mengikuti perkembangan jika yang belum berkembang saja mutu pendidikan kita masih rendah. Berbagai upaya pun di lakukan oleh pemerintah indonesia untuk menyelesaikan permasalahan ini, beberapa tenaga ahli di libatkan untuk menyelesaikan masalah.
Realitas saat ini, masih banyak siswa yang belum memiliki pribadi yang baik, tidak memiliki tata krama ketika berbicara dengan gurunya, bahkan secara terang-terangan berani melawan atau pun membantah nasihat guru. Sungguh ironi yang perlu dituntaskan sampai ke akar-akarnya. Peran orang tua juga harus ikut mendukung, di rumah siswa harus diajari tata krama yang baik, sopan santun, maupun diajari tutur kata yang lemah lembut. Sampai saat ini, pada tahun 2012 kesadaran siswa terhadap tata krama semakin berkurang. Bahkan sikap nyapu rancang dalam bahasa jawa pun sebagian besar mereka tidak tahu.
Pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan yaitu: pendidikan jangka panjang versus pendidikan jangka pendek, pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat, pendidikan terbuka versus pendidikan tertutup, inovasi pendidikan versus status quo pendidikan, pendidikan sebagai kebutuhan versus pendidikan sebagai investasi, pendidikan yang melestarikan versus pendidikan yang konstruktif, pendidikan berorientasi proses versus pendidikan berorientasi hasil, pendidikan untuk semua versus pendidikan terkanalisasi, dst. Selama anomali paradigma tersebut belum memperoleh solusinya maka selama itu pula persoalan pendidikan masih bersifat imanent dan latent. Akibat lanjut dari adanya persoalan pendidikan yang belum tuntas maka berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar. Anomali paradigma pada gilirannya juga muncul dalam pengembangan pendidikan guru di Indonesia, misalnya: guru sebagai pengembang pendidikan versus guru sebagai pelaksana pendidikan, guru kelas versus guru mata pelajaran, guru pusat versus guru daerah, pendidikan guru concurant versus pendidikan guru consecutive, tanggung jawab masyarakat versus tangung jawab pemerintah, idealitas pendidikan versus pragmatisme pendidikan, dst. Dengan kondisi seperti tersebut di atas maka banyak persoalan pendidikan yang menghadang didepan kita
Untuk bisa menghasilkan mutu, menurut Slamet (1999) terdapat empat usaha mendasar yang harus dilakukan dalam suatu lembaga pendidikan, yaitu :
1. Menciptakan situasi “menang-menang” (win-win solution) dan bukan situasi “kalahmenang”
diantara fihak yang berkepentingan dengan lembaga pendidikan
(stakeholders). Dalam hal ini terutama antara pimpinan lembaga dengan staf lembaga harus terjadi kondisi yang saling menguntungkan satu sama lain dalam meraih mutu produk/jasa yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tersebut.
2. Perlunya ditumbuhkembangkan adanya motivasi instrinsik pada setiap orang yang terlibat dalam proses meraih mutu. Setiap orang dalam lembaga pendidikan harus tumbuh motivasi bahwa hasil kegiatannya mencapai mutu tertentu yang meningkat terus menerus, terutama sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna/langganan.
3. Setiap pimpinan harus berorientasi pada proses dan hasil jangka panjang. Penerapan manajemen mutu terpadu dalam pendidikan bukanlah suatu proses perubahan jangka pendek, tetapi usaha jangka panjang yang konsisten dan terus menerus.
4. Dalam menggerakkan segala kemampuan lembaga pendidikan untuk mencapai mutu yang ditetapkan, harus dikembangkan adanya kerjasama antar unsur-unsur pelaku proses mencapai hasil mutu. Janganlah diantara mereka terjadi persaingan yang mengganggu proses mencapai hasil mutu tersebut. Mereka adalah satu kesatuan yang harus bekerjasama dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain untuk menghasilkan mutu sesuai yang diharapkan.
Sebagai lulusan yang notabenenya akan menjadi seorang pendidik kelak harus mengetahui dari unsur terkecil dahulu agar dapat melakukan kontribusi besar untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan mengajar terlebih dahulu yang terkadang terkadang mengabaikan antusisme para siswa yang cerdas dan menyebabkan frustasi para siswa untuk belajar dan yang membutuhkan perhatian khusus. Tenaga pendidik yang luar biasa akan memberikan strategi-strateginya sendiri dalam proses belajar mengajar dengan teknik-teknik yang memberi inspirasi kepada pelajar yang berbakat. Strategi dan teknik tersebut diantaranya adalah mengembangkan profil siswa dengan cara :
a. Menyesuaikan pengajaran dengan kebutuhan individual
Bila siswa tidak belajar dari cara yang kita ajarkan, maka kita perlu megajar mereka dengan cara yang mereka pelajari. Martha Kaufeldt (Dalam Forsten, Grant and Hollas 2002,vii)
Masing-masing murid meempunyai keanekaragaman tersendiri lahir dengan kecenderungan dan kemampuan yang berbeda-beda maka oleh itu kita bisa memahi mereka terlebih dahulu.
b. Tentukan Kecerdasan yang Beragam, Gaya Belajar, Pengetahuan awal, dan Minat masing-masing Siswa.
c. Mengenali Tahap-tahap perkembangan,Kesiapan, daerah-daerah tantangan, dan Keterbatasan.
Selain mengembangkan profil siswa kita sebagai guru dapat menganekaragamkan penyajian saat mengajar, antara lain:
a. Kaitlah Minat Para Siswa
b. Pergunakanlah metode mengajar yang tidak membosankan
Mendapatkan perhatian anak-anak selalu menjadi tujuan utama para pendidik. Menurut sylwester (Dalam Martha Keufeldt,2008) Empat kemampuan yang harus dimiliki oleh sistem perhatian yang efektif,yaitu harus 1. Mengenal dengan cepat dan fokus pada item yang paling penting. 2. Mendukung perhatian pada fokusnya sambil memantau informasi terkait. 3. Memasuki ingatan-ingatan yang sedang tidak aktif, tapi bisa menjadi relevan dengan fokus sekarang. 4. Mengalihkan dengan cepat ketika informasi datang.
c. Hubungkan Konsep dan Keterampilan Baru dengan Yang Disini dan Sekarang
Potensi perkembangan, dan keaktifan murid tentu saja merupakan yang paling utama dalam peningkatan mutu pendidikan. Perkembangan fisik yang baik, baik jasmani maupun otak, menentukan kemajuannya. Demikian pula dengan lainnya, misalnya bakat, perkembangan mental, emosional, pibadi, sosial, sikap mental, nilai-nilai, minat, pengertian, umur, dan kesehatan; kesemuanya akan mempengaruhi hasil belajar dan mutu seseorang. Untuk itu, maka perhatian terhadap paserta didik menjadi sangat penting.
Henny Nurandani
Sabtu, 17 September 2016
Sabtu, 02 April 2016
KOMPUTER ADMINISTRASI
KOMPUTER
ADMINISTRASI
(Henny
Nurandani_8105145087_Administrasi Perkantoran B)
Seiring dengan
perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang kian semakin pesat di
kehidupan kita, yang dimana Teknologi Informasi dan Komunikasi telah menjadi
kebutuhan primer bagi banyak kalangan dan merupakan suatu tuntutan dan
keharusan untuk menguasai Teknologi dan Informasi melalui perangkat komputer
pada salah satunya.
Penguasaan teknologi
komputer merupakan suatu keharusan yang tidak dapat terbantahkan yang dimana
permintaan calon tenaga kerja baik itu oleh perusahaan swasta maupun perusahaan
pemerintah mengharuskan calon tenaga kerja yang mereka akan rekrut harus
terdidik dan terampil dalam menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, baik
teknologi perangkat keras (hardware) maupun teknologi perangkat lunak
(software) pada khususnya perangkat komputer yang dimana memiliki aplikasi yang
semakin beragam dan meningkat.
Dalam Informasi dan
Teknologi berbagai hal menjadi suatu
permasalahan yang sangat penting bagi suatu perusahaan untuk tanggap terhadap
perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
berakibat terhadap daya saing terhadap perusahaan lain yang sejenis. Kecepatan
suatu dunia usaha dalam beradaptasi dengan teknologi khususnya komputer,
khususnya di Amerika berjalan sesuai dengan perkembangan komputer itu sendiri.
Karena bagi suatu perusahaan penggunaan komputer disuatu perkantoran diharapkan
dapat meningkatkan mutu pelayanan dan
efisiensi kerja mereka di perusahaan tersebut.
Pada tahap awal di
perusahaan di Amerika menggunakan komputer untuk data administrasi yang sarat
dengan perhitungan angka seperti pembukuan baik itu memiliki fungsi untuk
mencatat penerimaan dan pengeluaran perusahaan, daftar gaji, serta penagihan.
Selain kemampuan komputer untuk mengolah
data yang cukup besar juga dapat membawa masalah baru seperti, penyediaan
tenaga ahli, pendidikan staf perusahaan serta resahnya sebagian dari personalia
perusahaan akan terjadinya pemutusan kerja. Tetapi sedikit demi sedikit
persoalan tersebut dapat diatasai. Para pengusaha berusaha untuk beradaptasi
dengan perangkat komputer sehingga pada akhirnya komputer mendapatkan tempat
tersendiri di dalam dunia usaha.
Perkembangan pengolahan
data pada akhir tahun enam puluhan, komputer telah banyak digunakan di perusahaan-perusahaan
Amerika diantaranya yakni untuk membantu menangani pengolahan data administrasi
personalia, pembukuan, inventaris barang, pembelian barang, penjualan barang,
dan masih banyak yang lainnya. Melihat aplikasi komputer pada bidang ini mengakibatkan
para perusahaan maupun penguasaha melihat kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan
pemanfaatan informasi. Kendali perusahaan menjadi lebih baik, dengan
tersedianya data yang diperlukan.
Sebelum membahas lebih
jauh mengenai apa itu komputer administrasi beserta kegunaannya di dalam
kehidupan serta keuntungan dari mempelajari komputer administrasi itu sendiri.
Kita akan membahas dua suku kata yang terkandung yaitu komputer dan
administrasi.
1. Apa itu Komputer?
Komputer merupakan alat yang dipakai
untuk megolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata komputer pada
awal mulanya dipergunakan sebagai suatu penggambaran untuk menggambarkan
seseorang yang memiliki pekerjaan atau melakukan pekerjaan dalam hal
perhitungan artimatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini
kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Komputer juga dapat dikatakan
sebagai suatu sistem elektronik yang dipergunakan untuk memanipulasi data
dengan cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan agar secara otomatis
menerima dan menyimpan data inpu, kemudian memprosesna lalu yang dimana
menghasilkan sebuah atau lebih output dibawah pengawasan suatu langkah-langkah
instruksi program (Sistem Operasi) yang tersimpan di dalam penyimpanannya
(store program).
2. Apa itu Administrasi?
Pengertian administrasi berasal dari
bahasa latin yaitu “administrare” sedangkan menurut bahasa inggris administrasi
berarti “administration” yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia administrasi memiliki serta mengandung arti sebagai berikut;
melayani, memenuhi, mengatur, menyelenggarakan, suatu usaha atau perusahaan
atau suatu organisasi dan lembaga dalam mencapai tujuannya secara intensif.
Administrasi dapat pula diartikan sebagai usaha bersama untuk memberdayakan
semua sumber daya yang telah tersedia dan ada baik personil maupun materil yang
dikelola secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang
telah ditetapkan bersama. Administrasi dapat diberi pengertian sebagai kegiatan
penyusunan dan pencatatan data beserta informasi secara sistematis dengan
tujuan untuk menyediakan keterangan serta memberikan kemudahan dalam memperoleh
data kembali baik secara keseluruhan maupun didalam satu hubungan antara satu
dengan yang lainnya.
3. Apa itu Komputer Administrasi?
Jika dikaitkan dengan beberapa
pengertian antara komputer dengan administrasi diatas, dapat disimpulkan bahwa
komputer administrasi merupakan serangkaian mesin elektronik yang dapat
membantu kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggaraan kebijaksanaan untuk
mencapai suatu tujuan tertentu secara efektif dan efisien. Dapat pula
disimpulkan bahwa komputer administrasi merupakan salah satu kegiatan
keadministrasian yang dilakukan dengan bantuan teknologi komputerisasi. Dengan
komputer administrasi kita dapat melakukan berbagai macam kegiatan seperti
mengarsip surat dan dokumen, membuat surat, membuat bahan presentasi, dan masih
banyak yang lainnya.
4. Apa saja yang
dipelajari di dalam Komputer Administrasi?
Di dalam Komputer
Administrasi ada beberapa hal yang dapat dipelajari yakni:
·
Mengetik 10 jari
Yang
dimana didalam mengetik menggunakan 10 jari ini kita dilatih untuk mengetik
dengan cepat dan akurat yang dimana pada akhir pengetikan tidak terdapat
kesalahan baik penempatan huruf maupun kata dalam jumlah yang banyak.
·
Mengoperasikan Microsoft Office yang
meliputi (Microsoft Word, Microsotf Excel, Microsoft PowerPoint, Microsoft
Publisher, Microsoft Database, Microsoft Access, dan masih banyak yang lainnya)
·
Mengetik naskah ilmiah
Yang
dimana di dalam penulisan daftar isi, catatan kaki, daftar pustaka memiliki
aturannya masing-masing
·
Membuat agenda surat dan surat formal
(surat bisnis maupun surat niaga)
Membuat
surat dan agenda surat (masuk dan keluar) lalu yang dimana dibuat hyperlink
yang gunanya untuk menunjukkan langsung kepada surat yang dimaksud, baik
membuat agenda melalui microsoft word maupun microsoft excel
·
Menggunakan internet secara baik dan
benar
·
Membuat desain presentasi yang menarik
Didalam
membuat desain presentasi dapat dilakukan secara manual maupun otomatis (manual
apabila dalam perpindahan ke slide berikutnya hanya dengan mengklik mouse,
sedangkan otomatis apabila pergantian slide menggunakan timer)
·
Memprotect flashdisk apabila tidak
terbaca di komputer/laptop
·
Mengoperasikan microsoft word tanpa
menggunakan mouse dan mengefektifkan fungsi control yang tertera pada keyboard
·
Memprotect file atau folder agar tidak
sembarang diakses orang lain
·
Melatih diri untuk presentasi
mempromosikan diri didepan kelas
Tidak
hanya desain presentasi yang perlu diperhatikan, tetapi dimata kuliah ini
bagaimana sikap kita dalam mengeksekusi materi yang telah kita buat sangatlah
penting.
5. Kesan mempelajari
Komputer Administrasi?
Kebetulan
di kelas saya terdapat mata kuliah komputer administrasi. Pada saat pertama
saya memasuki kelas dengan mata kuliah komputer administrasi, dosen saya
memberitahu bagaimana etika duduk yang baik dan benar di dalam menggunakan
komputer dan hal tersebut sangat berguna bagi saya yang kelak akan memasuki
dunia kerja. Karena kesehatan dan keselamatan kerja dalam menggunakan perangkat teknologi sangatlah
penting, karena saya merupakan mahasiswa administrasi perkantoran yang dimana
pada saat bekerja nanti akan sangat sering kontak langsung dengan komputer
dalam mengurus segala kegiatan administrasi di perusahaan. Serta kami dapat
kompeten dalam mengoperasikan microsoft office serta bagaimana cara berpakaian
yang rapi dan sopan sebagai seorang administrasi yang baik sekaligus pendidik
yang akan menjadi contoh bagi peserta didiknya.
Sekian
penjelasan dari saya mengenai komputer administrasi, saya sadar bahwa saya
bukanlah penulis yang baik sehingga mungkin masih banyak kesalahan dalam
penempatan kata. Sebelumnya terima kasih telah berkunjung ke halaman ini:).
Semoga bermanfaatJ
Sabtu, 10 Oktober 2015
Tugas Aplikom,Henny Nurandani 8105145087,AP-B 2014
HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN
PROSES BELAJAR MENGAJAR
1.
Pengertian
Pendidikan
“Pendidikan
mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. Karena sifatnya yang
sangat kompleks maka tidak ada batasan yang cukup memadai untuk menjelaskan
arti pendidikan secara lengkap. Dibawah ini dikemukakan beberapa batasan
pendidikan yang berbeda berdasarkan fungsinya.
a.
Pendidikan sebagai
proses transformasi budaya
Pendidikan
dikatakan sebagai proses tansformasi budaya karena adanya kegiatan pewarisan
budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai kebudayaan
tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada
3 bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya
nilai-nilai kejujuran,rasa tanggung jawab,dan lain-lain, lalu nilai yang kurang
cocok diperbaiki,misalnya tata cara pesta perkawinan,dan yang terakhir budaya
yang tidak cocok diganti misalnya pendidikan seks yang dahulu ditabukan diganti
dengan pendidikan seks melalui pendidikan formal.
Disini
tampak bahwa proses pewarisan budaya tidak semata-mata mengekalkan budaya
secara estafet. Pendidikan justru mempunyai tugas menyiapkan peserta didik
untuk hari esok
b.
Pendidikan sebagai
proses pembentukan pribadi
Sebagai
proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang
sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.
Sistematis karena proses pendidikan berlangsung melalui tahapan-tahapan
bersinambungan dan sistemik oleh karena berlangsung dalam semua situasi
kondisi, di semua lingkungan yang saling mengisi. Proses pembentukan pribadi
meliputi dua sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa
oleh mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri. Yang terakhir ini disebut
pendidikan diri sendiri (zelf vorming).
Kedua-uanya bersifat alamiah dan menjadi keharusan. Pembentukan pribadi
mencakup pembentukan cipta,rasa,dan karsa (kognitif,afektif,dan psikomotor)
yang sejalan dengan pengembangan fisik.
Dalam
posisi manusia sebagai mahkluk serba terhubung,pembentukan pribadi meliputi
pengembangan penyesuaian diri terhadap lingkungan,diri sendiri,dan tuhan”[1]
“Pendidikan
sangatlah penting karena pendidikan merupakan komoditas yang didambakan. Dapat
disimpulkan bahwa pendidikan mengarah ke keberhasilan. Tapi itu tidak semua.
Pentingnya pendidikan di masyarakat saat ini berjalan lebih dalam dari sekedar
keberhasilan dalam hal duniawi.”[2]
2.
Tujuan
Pendidikan
“Tujuan
pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik,luhur,pantas,benar,dan
indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu
memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang
ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. Disini terlihat bahwa tujuan
pendidikan bersifat normatif, yaitu mengandung unsur norma yang bersifat
memaksa,tetapi tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik serta
dapat diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik. Tujuan pendidikan
bersifat abstrak karena memuat nilai-nilai yang bersifat abstrak. Tujuan
demikian bersifat umum,ideal,dan kandungannya sangat luas sehingga sangat sulit
untuk dilaksanakan di dalam praktek. Sedangkan pendidikan harus berupa tindakan
yang ditujukan kepada peserta didik dalam kondisi tertentu,tempat tertentu,dan
waktu tertentu dengan menggunakan alat tertentu.”[3]
Jika
kita membahas secara terperinci tentang pendidikan,tidak dapat dipungkiri bahwa
terdapat proses belajar mengajar, pendidikan dengan proses belajar mengajar
memiliki hubungan yang sangat erat dan saling berkaitan. “Dimana kegiatan
belajar mengajar adalah suatu kondisi yang dengan sengaja diciptakan. Guru yang
menciptakannya guna membelajarkan anak didik. Guru yang mengajar dan anak didik
yang belajar. Perpaduan dari dua unsur manusiawi ini lahirlah interaksi
edukatif dengan memanfaatkan bahan sebagai mediumnya. Di sana semua komponen
pengajaran diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah
ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan”[4]
“Yang
dimaksud dengan belajar yakni anak sebagai subjek dari kegiatan pengajaran.
Sedangkan hakikat mengajar yaitu suatu proses,proses mengatur,mengorganisasi
lingkungan yang ada di sekitar anak didik,sehingga dapat menumbuhkan dan
mendorong anak didik melakukan proses belajar"[5]
Di
dalam proses mengajar tentunya seorang guru harus mampu menguasai kelas agar
tercipta kondisi yang menunjang untuk pembelajaran yang baik. “Pembelajaran
dapat berjalan dengan baik apabila adanya tenaga pendidik (guru) yang
berkualitas,yang mampu melihat situasi dan kondisi yang dihadapi oleh para
eserta didiknya selama pembelajaran berlangsung. Selain itu kesiapan para
peserta didik dalam menerima pembelajaran. Disini tugas guru sebagai tenaga
pendidik yaitu membantu para peserta didiknya agar dapat menerima pelajaran
yang mereka sampaikan dengan baik.”[6]
Untuk
itu pendidikan dan proses belajar mengajar merupakan suatu siklus yang tanpa putus
dan merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya satu
sama lain karena masing-masing saling mempengaruhi.
DAFTAR
PUSTAKA
·
Drs.Syaiful Bahri
Djamarah,Drs.Aswan Zain,Strategi Belajar
Mengajar (Jakarta: PT RINEKA CIPTA,2002)
·
Prof.Dr.Umar
Tirtarahardja,Drs.S.L.La Sulo,Pengantar
Pendidikan (Jakarta: PT RINEKA CIPTA,2005)
·
Jenis Metode Pembelajaran Yang Baik, www.informasi-pendidikan.com
[1] Prof.Dr.Umar Tirtarahardja,Drs.S.L.La Sulo,Pengantar Pendidikan (Jakarta: PT RINEKA CIPTA,2005) , hlm.33
[2] Artikel pendidikan, Tentang
Pentingnya Pendidikan Dalam Kehidupan, www.wedaran.com
(Diakses tanggal 9 Oktober 2015)
[3] Prof.Dr. Umar Tirtarahardja,Drs.S.L.La Sulo,Ibid,hlm.37
[4] Drs.Syaiful Bahri Djamarah,Drs.Aswan Zain,Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: PT RINEKA CIPTA,2002), hlm.43
[5] Drs.Syaiful Bahri Djamarah,Drs.Aswan Zain,Ibid,hlm.44
[6] Jenis Metode Pembelajaran Yang
Baik, www.informasi-pendidikan.com
(Diakses tanggal 9 Oktober 2015)
Langganan:
Postingan (Atom)