Sabtu, 10 Oktober 2015

Tugas Aplikom,Henny Nurandani 8105145087,AP-B 2014



HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

1.      Pengertian Pendidikan
“Pendidikan mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. Karena sifatnya yang sangat kompleks maka tidak ada batasan yang cukup memadai untuk menjelaskan arti pendidikan secara lengkap. Dibawah ini dikemukakan beberapa batasan pendidikan yang berbeda berdasarkan fungsinya.
a.       Pendidikan sebagai proses transformasi budaya
Pendidikan dikatakan sebagai proses tansformasi budaya karena adanya kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai kebudayaan tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada 3 bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran,rasa tanggung jawab,dan lain-lain, lalu nilai yang kurang cocok diperbaiki,misalnya tata cara pesta perkawinan,dan yang terakhir budaya yang tidak cocok diganti misalnya pendidikan seks yang dahulu ditabukan diganti dengan pendidikan seks melalui pendidikan formal.
Disini tampak bahwa proses pewarisan budaya tidak semata-mata mengekalkan budaya secara estafet. Pendidikan justru mempunyai tugas menyiapkan peserta didik untuk hari esok
b.      Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi
Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Sistematis karena proses pendidikan berlangsung melalui tahapan-tahapan bersinambungan dan sistemik oleh karena berlangsung dalam semua situasi kondisi, di semua lingkungan yang saling mengisi. Proses pembentukan pribadi meliputi dua sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri. Yang terakhir ini disebut pendidikan diri sendiri (zelf vorming). Kedua-uanya bersifat alamiah dan menjadi keharusan. Pembentukan pribadi mencakup pembentukan cipta,rasa,dan karsa (kognitif,afektif,dan psikomotor) yang sejalan dengan pengembangan fisik.
Dalam posisi manusia sebagai mahkluk serba terhubung,pembentukan pribadi meliputi pengembangan penyesuaian diri terhadap lingkungan,diri sendiri,dan tuhan”[1]

“Pendidikan sangatlah penting karena pendidikan merupakan komoditas yang didambakan. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan mengarah ke keberhasilan. Tapi itu tidak semua. Pentingnya pendidikan di masyarakat saat ini berjalan lebih dalam dari sekedar keberhasilan dalam hal duniawi.”[2]

2.      Tujuan Pendidikan
“Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik,luhur,pantas,benar,dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. Disini terlihat bahwa tujuan pendidikan bersifat normatif, yaitu mengandung unsur norma yang bersifat memaksa,tetapi tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik serta dapat diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik. Tujuan pendidikan bersifat abstrak karena memuat nilai-nilai yang bersifat abstrak. Tujuan demikian bersifat umum,ideal,dan kandungannya sangat luas sehingga sangat sulit untuk dilaksanakan di dalam praktek. Sedangkan pendidikan harus berupa tindakan yang ditujukan kepada peserta didik dalam kondisi tertentu,tempat tertentu,dan waktu tertentu dengan menggunakan alat tertentu.”[3]

Jika kita membahas secara terperinci tentang pendidikan,tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat proses belajar mengajar, pendidikan dengan proses belajar mengajar memiliki hubungan yang sangat erat dan saling berkaitan. “Dimana kegiatan belajar mengajar adalah suatu kondisi yang dengan sengaja diciptakan. Guru yang menciptakannya guna membelajarkan anak didik. Guru yang mengajar dan anak didik yang belajar. Perpaduan dari dua unsur manusiawi ini lahirlah interaksi edukatif dengan memanfaatkan bahan sebagai mediumnya. Di sana semua komponen pengajaran diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan”[4]

“Yang dimaksud dengan belajar yakni anak sebagai subjek dari kegiatan pengajaran. Sedangkan hakikat mengajar yaitu suatu proses,proses mengatur,mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar anak didik,sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar"[5]

Di dalam proses mengajar tentunya seorang guru harus mampu menguasai kelas agar tercipta kondisi yang menunjang untuk pembelajaran yang baik. “Pembelajaran dapat berjalan dengan baik apabila adanya tenaga pendidik (guru) yang berkualitas,yang mampu melihat situasi dan kondisi yang dihadapi oleh para eserta didiknya selama pembelajaran berlangsung. Selain itu kesiapan para peserta didik dalam menerima pembelajaran. Disini tugas guru sebagai tenaga pendidik yaitu membantu para peserta didiknya agar dapat menerima pelajaran yang mereka sampaikan dengan baik.”[6]

Untuk itu pendidikan dan proses belajar mengajar merupakan suatu siklus yang tanpa putus dan merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya satu sama lain karena masing-masing saling mempengaruhi.


                                                                       









DAFTAR PUSTAKA


·         Drs.Syaiful Bahri Djamarah,Drs.Aswan Zain,Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: PT RINEKA CIPTA,2002)
·         Artikel pendidikan, Tentang Pentingnya Pendidikan Dalam Kehidupan, www.wedaran.com
·         Prof.Dr.Umar Tirtarahardja,Drs.S.L.La Sulo,Pengantar Pendidikan (Jakarta: PT RINEKA CIPTA,2005)
·         Jenis Metode Pembelajaran Yang Baik, www.informasi-pendidikan.com


[1] Prof.Dr.Umar Tirtarahardja,Drs.S.L.La Sulo,Pengantar Pendidikan (Jakarta: PT RINEKA CIPTA,2005) , hlm.33
[2] Artikel pendidikan, Tentang Pentingnya Pendidikan Dalam Kehidupan, www.wedaran.com (Diakses tanggal 9 Oktober 2015)
[3] Prof.Dr. Umar Tirtarahardja,Drs.S.L.La Sulo,Ibid,hlm.37
[4] Drs.Syaiful Bahri Djamarah,Drs.Aswan Zain,Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: PT RINEKA CIPTA,2002), hlm.43
[5] Drs.Syaiful Bahri Djamarah,Drs.Aswan Zain,Ibid,hlm.44
[6] Jenis Metode Pembelajaran Yang Baik, www.informasi-pendidikan.com   (Diakses tanggal 9 Oktober 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar